Basis Data
Basis data
merupakan sekumpulan data yang disusun secara logis dikendalikan secara
sentral. Basis data representasi dari fakta dunia yang mewakili suatu obyek
yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau
kombinasinya. Basis Data memililki bagian penting misalnya tabel yang di
gunakan untuk menyimpan data, sedangkan tabel itu sendiri memiliki bagian field atau kolom dan record atau data perbaris. Tabel
merupakan komponen dasar dari suatu basis data. Artinya jika sebuah basis data
tidak memiliki tabel, basis data tersebut tidak dapat berfungsi sama sekali
karena tidak dapat menyinpan data.
Definisi Basis Data
1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
2. Kumpulan data yang salng berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu.
Basis Data Dan Lemari Arsip
1. Basis data bisa dibayangkan sebagai lemari arsipdengan berbagai cara pengaturannya
2. Basis data dan lemari arsip memiliki prinsip kerjadan tujuan yang sama; prinsipnya yaknipengaturan data/arsip. Tujuan utamanya adalahkemudahan dan kecepatan dalam pengambilankembali data/arsip.
1. Basis data bisa dibayangkan sebagai lemari arsipdengan berbagai cara pengaturannya
2. Basis data dan lemari arsip memiliki prinsip kerjadan tujuan yang sama; prinsipnya yaknipengaturan data/arsip. Tujuan utamanya adalahkemudahan dan kecepatan dalam pengambilankembali data/arsip.
Pemakaian Basis Data
Secara umum, seluruh sistem dalam kehidupan bisa menggunakan konsep basis data dalam pengelolaan informasi, karena semua sistem tersebut tak bisa lepas dari fakta.
Bidang-bidang fungsional yang memanfaatkan basis data dalam hal efisiensi, akurasi dan kecepatan operasi antara lain adalah:
- Kepegawaian, untuk berbagai perusahaan yang memiliki banyak pegawai
- Pergudangan (inventory), untuk perusahaan manufaktur (pabrik), grosir (reseller), apotik dll
- Akuntansi, untuk berbagai perusahaan
- Akuntansi, untuk berbagai perusahaan Layanan pelanggan (Customer care), untuk perusahaan yang berhubungan dengan banyak pelanggan (bank, konsultan dll)
Secara umum, seluruh sistem dalam kehidupan bisa menggunakan konsep basis data dalam pengelolaan informasi, karena semua sistem tersebut tak bisa lepas dari fakta.
Bidang-bidang fungsional yang memanfaatkan basis data dalam hal efisiensi, akurasi dan kecepatan operasi antara lain adalah:
- Kepegawaian, untuk berbagai perusahaan yang memiliki banyak pegawai
- Pergudangan (inventory), untuk perusahaan manufaktur (pabrik), grosir (reseller), apotik dll
- Akuntansi, untuk berbagai perusahaan
- Akuntansi, untuk berbagai perusahaan Layanan pelanggan (Customer care), untuk perusahaan yang berhubungan dengan banyak pelanggan (bank, konsultan dll)
Bentuk-bentuk
Perusahaan yang memanfaatkan Basis Data:
- Perbankan, dalam melakukan pengelolaan data nasabah, tabungan, pinjaman, pembuatan laporan akuntansi, pelayanan informasi pada
- Perbankan, dalam melakukan pengelolaan data nasabah, tabungan, pinjaman, pembuatan laporan akuntansi, pelayanan informasi pada
- Pendidikan / sekolah, dalam melakukan pengelolaan data siswa, penjadwalan kegiatan, perkuliahan
- Rumah Sakit, dalam melakukan pengelolaan histori penyakit / pengobatan pasien, menangani pembayaran perawatan
- Telekomunikasi, dalam melakukan pengelolaan data administrasi kabel / data pelanggan, menangani gangguan.
Konsep Sistem Basis Data
Sistem
sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi/tugas tertentu) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses / pekerjaan tertentu.
Bahasa Basis Data
1. Merupakan bahasa yang digunakan oleh user untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan.
Misalnya SQL, dBase, QUEL
Bahasa Basis Data dipilah ke dalam 2 bentuk:
Sistem
sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi/tugas tertentu) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses / pekerjaan tertentu.
Bahasa Basis Data
1. Merupakan bahasa yang digunakan oleh user untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan.
Misalnya SQL, dBase, QUEL
Bahasa Basis Data dipilah ke dalam 2 bentuk:
1. Data Definition Language (DDL)
Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel dsb.
2. Data Manipulation Language (DML).
Berguna untuk melakukan manipulasi dan pegambilan data pada suatu basis data. Berupa:
a. penyisipan/penambahan data baru (insert)
b. penghapusan data (delete)
c. pengubahan data (update)
Jenis Pengguna Basis Data
1. System Engineer
2. Database Administrator (DBA)
3. Pemakai Akhir
a. Programmer aplikasi
b. User Mahir (Casual User)
c. User Umum (End User/Naïve User)
d. User Khusus (Specialized/Sophisticated User)
Arsitektur Sistem Basis Data
1. External Level /View Level
Adalah level user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user
atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.
Programmer bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I -
end user bahasa yang
digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada
program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan
perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data.
Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.
2. Conceptual
Level / Logical level
Adalah sebuah
representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Tidak
seperti level eksternal maka pada level conceptual , keberadaannya tidak
memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak
pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema
Konseptual.
3. Internal/Physical
Level
Adalah level
terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan
dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.
Pemetaan
1. Conceptual/internal
Mapping
Yaitu pemetaan
yang mendefinisikan hubungan antara level konseptual dan level internal.
Pemetaan ini menjelaskan bagaimana record & field pada level konseptual
direpresentasikan pada level internal.
2. External/Conceptual
Mapping
Yaitu pemetaan
yang mendefinisikan hubungan antara level eksternal dan level konseptual.
Contoh : beberapa field dapat mempunyai tipe yang berbeda, field dan nama field
dapat berubah, bebeapa field pada level konseptual dapat dikombinasikan ke
dalam satu field external.
Database Management System (DBMS)
Sistem
Manajemen Basis Data atau populernya disebut Database Management System atau disingkat DBMS adalah
perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola database, mulai dari membuat database itu
sendiri sampai dengan proses-proses yang berlaku dalam database tersebut, baik berupa
entry, edit, hapus, query terhadap data, membuat laporan dan lain sebagainya secara efektif
dan efisien. Salah satu jenis DBMS yang sangat terkenal saat ini adalah Relational DBMS
(RDBMS), yang merepresentasikan data dalam bentuk tabel tab yang saling berhubungan. Sebuah
tabel disusun dalam bentuk baris (record) dan kolom (field). Banyak sekali
berkembang perangkat lunak RDBMS ini, misalnya MySQL, Oracle, Sybase, dBase, MS. SQL,
Microsoft Access (MS. Access) dan lain-lain. Ada 3 kelompok perintah yang digunakan dalam
mengelola dan mengorganisasikan data dalam RDBMS, yaitu:
1. Data Definition Language
(DDL):
Merupakan perintah-perintah yang digunakan oleh
seorang Database Administrator
untuk mendefinisikan struktur dari database, baik membuat tabel baru, menentukan
struktur penyimpanan tabel, model relasi antar tabel, validasi data, dan lain
sebagainya.
2. Data Manipulation Language
(DML):
Perintah-perintah yang digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data
pada suatu database. Manipulasi yang dapat dilakukan terhadap data adalah :
-
Penambahan data
-
Penyisipan data
-
Penghapusan data
-
Pengubahan data
3. Data Control Language (DCL):
Bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti siapa saja yang
bisa melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user, dan lain-lain.
Lebih mengarah ke segi sekuritas data.
A.
Pengertian DBMS (Data Base Management System)
DBMS (Data Base Management System) yakni perangkat lunak yang
menangani semua pengaksesan database. Secara fungsi, data base management system atau dbms mempunyai fasilitas mengintegrasikan, terhubung, merekayasa
dan memelihara basis data.
Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya yang diaorganisasikan sesuai struktur tertentu dan disimpan dengan baik.
Untuk mendapatkan informasi yang berguna dari kumpulan data maka diperlukan
suatu perangkat lunak (software) untuk memanipulasi data sehingga mendapatkan
informasi yang berguna. Database Manajement System (DBMS) merupakan software
yang digunakan untuk membangun sebuah sistem basis data yang berbasis
komputerisasi. DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data
dalam jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS tidak menimbulkan
kekacauan dan dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.
1.
Menurut C. J.
Date : Data Base Management System
(DBMS) adalah software yang menghandel semua akses pada database
untuk melayani keperluan user.
2.
Menurut S,
Attre : Data Base Management
System (DBMS) yaitu software, hardware, firmware serta
procedure-procedure yang memanage database. Firmware yaitu software yang sudah
jadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
3. Menurut Gordon C. Everest : Data Base Management System (DBMS) yaitu
manajemen yang efisien untuk mengorganisasi sumber daya data.
Jadi Data Base Management System (DBMS) :
Seluruh peralatan computer (Hardware+Software+Firmware). Data Base Management System (DBMS) dilengkapi
dengan bhs yang bertujuan pada data (High level data language) yang kerap
dimaksud juga untuk bhs generasi ke 4 (fourth generation language).
B.
Fungsi DBMS (Data Base Management System)
Fungsi DBMS atau Database Management System dalam perkembangan aplikasi dan
sistem penting di dunia sangat banyak. Saat ini berbagai perusahaan besar baik Nasional
maupun Internasional memanfaatkan database untuk menunjang sistem aplikasinya.
Ada banyak DBMS yang sangat populer seperti Oracle, Microsoft SQL Server,
MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, IBM DB2, dan masih banyak lagi.
Perangkat lunak komputer ini merupakan untuk pengolahan data dan sebagai
interface untuk memberikan kemudahan bagi seseorang dalam melakukan manipulasi
terhadap database. Namun banyak orang yang masih bingung antara database dengan
DBMS sendiri, padahal keduanya berbeda.
Ada setidaknya 10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan memelihara
integritas data dalam suatu sistem.
1.
Menjaga Integritas Data
DBMS berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data dan
memaksimalkan konsistensi data agar setiap kali menampilkan data, sesuai dengan
data aslinya.
2.
Penyimpanan Data (Data Storage Management)
DBMS memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan data, kecanggihan
DBMS saat ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis seperti video dan
gambar. Pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana data disimpan atau
dimanipulasi. DBMS telah memiliki prosedur dalam proses ini dan memastikan data
yang disimpan adalah sesuai dengan data yang dimasukkan.
3.
Kamus Data
DBMS memiliki fungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada database dan
bagaimana mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya. Ketika sistem
membutuhkan data dalam suatu database maka DBMS akan memberikan kemudahan
melalui SQL untuk mengakses dan mencari data tersebut. Sehingga pengguna dapat
dengan mudah menangani hal tersebut.
4.
Transformasi dan Penyajian Data
Peran DBMS sebagai transformasi dan penyajian data antara lain adalah
mengkonversi setiap data yang dimasukkan pada struktur dan format yang telah
ditentukan. Dengan demikian DBMS dapat membedakan format data logical dan
bentuk physicalnya.
5.
Keamanan Data
DBMS memiliki peran penting bagaimana tingkat keamanan dalam database
tersebut. DBMS berperan bagaimana memberikan hak akses pada orang yang sesuai.
Selain itu DBMS juga bertugas mengatur apa saja yang dapat dilakukan oleh user
tersebut pada sebuah database.
6.
Memungkinkan Akses Beberapa User
DBMS memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah database,
hal ini akan lebih efisien dan dapat menempatkan user tertentu sesuai dengan
role dan fungsinya.
7.
Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery
DBMS memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di recovery sesuai
dengan kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard yang dimiliki masing
masing DBMS. Hal ini akan memudahkan pihak yang berkepentingan ketika terjadi
sesuatu pada databasenya seperti kerusakan dan bencana alam.
8.
Menyediakan bahasa akses dan pemogramman
DBMS menyediakan SQL untuk melakukan manipulasi dan membuat skema pada
database yang dikenal dengan DML dan DDL. Dengan bahasa ini seorang DBA dapat dengan mudah
memasukkan, mengambil, menghapus, dan mengubah data yang ada di database dengan
memanfaatkan interface yang disediakan.
9.
Menyediakan interface untuk komunikasi
DBMS menyediakan interface untuk melakukan komunikasi antara database yang
satu dengan yang lainnya. Selain itu juga dapat memudahkan komunikasi antara
database dengan tool lainnya seperti browser.
10. Manajemen
Transaksi
DBMS menyediakan mekanisme dalam mengatur transaksi
dan perintah yang disampaikannya untuk memastikan konsistensi data. Sebagai
contoh, ketika DBA a mengakses dan melakukan penghapusan Data, pada saat yang
bersamaan maka jika ada user yang mengakses data tersebut maka akan di pending
sampai data telah terhapus.
Peralatan untuk
mengambil keputusan/memastikan pendekatan database dimaksud DBMS. Data Base Management System (DBMS) adalah
software (serta hardware) yang kusus didesain membuat perlindungan serta
memanage database.
Dengan
memakai Data Base Management
System (DBMS), maka bisa:
· Mendeskripsikan data serta
hubungan.
· Mendokumentasikan susunan serta
pengertian data
· Melukiskan, mengorganisasikan serta
menaruh data untuk akses yang selektif/diambil serta efektif.
· Jalinan yang seperti pada user
dengan sumber daya data.
· Perlindungan pada sumber daya data
bakal terjamin, bisa dihandalkan, berkelanjutan serta benar.
· Memisahkan persoalan Logical serta
physical hingga mengubah implementasi database dengan cara fisik tak menginginkan
user untuk mengubah maksud data (Logical).
· Memastikan pembagian data pada
beberapa user untuk terhubung dengan cara concurent pada sumber daya
data.
C.
Macam-Macam DBMS (Data Base
Management System)
Beberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam
aplikasi program antara lain :
1. MySQL
MySQL merupakan
sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa inggris : data
management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6
juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai
perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL),
tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana
penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache yang
merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk code
sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori
oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh
hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang
Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan
Michael “monthy widenius.
Kelebihan MySQL antara lain :
a. free (bebas didownload)
b. stabil dan tangguh
c. fleksibel dengan berbagai
pemrograman
d. Security yang baik
e. dukungan dari banyak komunitas
f. kemudahan management databasemendukung
transaksi
g. perkembangan software yang cukup
cepat.
2. Oracle
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola
informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server
menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal
sebagai berikut:
·
Dapat bekerja
di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar
·
Menangani
manajemen space dan basis data yang besar
·
Mendukung akses
data secara simultan
·
Performansi
pemrosesan transaksi yang tinggi
·
Menjamin ketersediaan
yang terkontrol
·
Lingkungan yang
terreplikasi
Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang
mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem
informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai
tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah
mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System
(DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis Emmaupun yang komersial. Beberapa
contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan
PostgreSQL.
Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun
banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang
mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk
digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan
istilah “ora kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa
Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih
terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun
harganya sangat mahal.
Namun yang mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS
yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran
kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan
organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar.
Organisasi yang berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar
dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus
menerus bertambah besar.
3. Firebirh
Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management
System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang
sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase
6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi
mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial
software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik
dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk
mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama
Firebird.
Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata
relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99
dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah
platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL
Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik
Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang
sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.
Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh
Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang dikembangkan
oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya sebagai produk Database
Server yang FREE.
Kalau dikaitkan dengan support, tentunya jelas beda karena produk komersial
dan free. Dalam konsep teknik programmingnya, ada banyak yang sama, namun
pengayaan Firebird lebih banyak dan menjadikannya lebih luwes, terutama dalam
koneksi client-server (port) dan integritasnya. Modul-modul kode baru ditambahkan
pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License
(IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah
InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi
dari Mozilla Public License 1.1.
4. Microsoft
SQL server 2000
Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database
management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi
database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL Server 2000
merupakan produk andalan Microsoft untuk database server. Kemampuannya dalam
manajemen data dan kemudahan dalam pengoperasiannya membuat RDBMS ini menjadi
pilihan para database administrator.
DBMS merupakan suatu system perangkat lunak untuk memungkinkan user
(pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara
praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontrol dan
mamanipulasi data yang ada. Sedangkan RDBMS atau Relationship Database
Management System merupakan salah satu jenis DBMS yang mendukung adanya
relationship atau hubungan antar table. RDBMS (Relational Database Management
System) adalah perangkat lunak untuk membuat dan mengelola database, sering
juga disebut sebagai database engine. Istilah RDBMS, database server-software,
dan database engine mengacu ke hal yang sama; sedangkan RDBMS bukanlah
database. Beberapa contoh dari RDBMS diantaranya Oracle, Ms SQL Server, MySQL,
DB2, Ms Access.
5. Visual
Foxpro 6.0
Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi dBase
II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak kecil yang
berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro memperkenalkan GUI
(Graphical Unit Interface) pada tahun 1989. FoxPro berkembang menjadi Visul
FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan
dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi
dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan produk desktop dan client/server
lain dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual
Studio, FoxPro menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah
menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat
lunak yang memenuhi tuntutan zaman.
Model data yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional. Model
Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah di pahami oleh
pengguna, serta merupakan paling popular saat ini. Model ini menggunakan
sekumpulan table berdimensi dua (yang disebut relasi atau table), dengan
masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Relasi
dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan kemubajiran data dan
mengunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.
6. Database
Desktop Paradox
Database
desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung
terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang
terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase,
Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS
tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih
lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya
mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel
pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar